Wednesday, May 7, 2008

Say Good Bye to 'Botak'





Siapa yang tak menginginkan rambut sehat, indah berkilau dan kulit kepala sehat. Untuk itu berbagai cara dilakukan, berbagai sampo digunakan .. namun rambut tak kunjung berubah, tetap kusam, kering dan rontok. Jumlah normal dari kerontokan rambut adalah 50 - 100 helai perharinya.

Bila jumlah rambut yang rontok lebih dari itu maka akan berpotensi menyebabkan kebotakan. Hal ini bisa terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita, namun fenomena ini lebih banyak dialami oleh para pria. Kebotakan dimulai dari menyusutnya folikel rambut hingga helai menjadi tipis dan lebih pendek. Akhirnya folikel hanya berupa miniatur dan tidak memiliki helai rambut.

Penelitian membuktikan bahwa 95% kebotakan merupakan faktor genetik. Ini artinya jika ada sepasang suami istri mengalami kebotakan, maka semua anak laki-laki dan setengah anak perempuan mereka akan mengalami kondisi serupa. Namun, kebotakan dapat melewati satu generasi dan memilih secara acak keturunan yang akan mengalami kebotakan.

Penyebab Kebotakan

- Stres.

Kondisi ini bisa menimpa siapa saja, tekanan kerja ataupun problem rumah tangga pun bisa memicu timbulnya stres. Jika tidak ditangani, maka akan dapat memicu kerontokan rambut bahkan kebotakan. Bahkan ada kasus dimana seseorang yang mengalami depresi berat, mencabuti rambutnya sendiri .. ih seremmm.

- Usia.

Bertambahnya usia juga membawa perubahan pada tubuh. Melewati usia 50 tahun, folikel rambut tidak lagi efektif hingga pertumbuhan rambut menjadi lebih lambat. Bedanya pada wanita, minyak yang ada di kulit kepala akan tetap diedarkan hingga ke ujung helai rambut sehingga bisa tetap tumbuh, sedangkan pada pria minyak ini justru menumpuk pada pangkal rambut hingga menutup pori kepala. Akibatnya rambut yang rontok tidak lagi bisa tumbuh karena terhalang.

- Penyakit.

Penyakit seperti Lupus dan beberapa penyakit autoimune serta terapi radiasi atau kemoterapi, bisa menyebabkan kerontokan rambut sementara bahkan permanen.

- Hormon.

Pria memiliki hormon adrogen berlebih, misalnya testosteron. Hormon ini jika pecah akan menjadi Dihidrotestosteron (DHT) yang memicu munculnya minyak hingga DHT bisa menyerap ke folikel rambut. Disinilah terjadi reaksi kimia hingga folikel rambut menciut dan rambut mengekrut hingga mencapai diameter yang kecil.

Mengatasi Kerontokan

Jika kerontokan yang menyebabkan kebotakan itu diakibatkan oleh malnutrisi, masih bisa diperbaiki dengan mengkonsumsi buah dan sayuran yang kaya vitamin A, B dan C, serta kalsium seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, jeruk, yogurt, tofu, kedelai, pepaya, tomat dan seafood.

Demikian pula kerontokan akibat stres, Anda tinggal mencari cara untuk mengatasinya. Namun bila kerontokan disebabkan oleh hormon, kasusnya akan rumit. FDA (biro pengawasan obat dan makanan AS) hanya meluluskan minoxidil dan finasteride untuk mengatasi kebotakan.

Kedua obat ini menghambat kerja hormon androgen serta mengandung VEGF (Vassoendhothelial growth factor) yang berfungi meningkatkan jumlah dan ukuran pembuluh darah sehingga meningkatkan sirkulasi darah ke kepala. VEGF juga memacu pertumbuhan folikel baru yang sehat.

Produk ALessa Skin care yang disupervisi oleh dokter spesialis kulit menawarkan tonic untuk menumbuhkan rambut yang sudah rontok

Hanya Seharga Rp 80,000


Meski telah menjalani pengobatan, anda tidak bisa melihat hasilnya secara spontan. Butuh waktu beberapa bulan sebelum hasil kemajuannya bisa terlihat.

No comments: